Masa Indah yang Terlewatkan
January 11, 2008
Sebuah Analogi Kehidupan
Suatu masa yang penuh dengan keindahan, yang dirasakan oleh wajah-wajah yang penuh senyuman dan canda tawa.
Sebuah kondisi yang tidak terjadi pada semua insan.
Masa fermentasi yang berada pada suhu dan kelembaban yang salah.
Tidak lain, hanya akan membuat tempe itu menjadi rusak bahkan busuk dan harus dibuang.
Sebuah dahan tempat buah bergantung, harus patah dan takkan lagi bisa disatukan.
Hingga akhirnya, satu dari dahan itu harus hilang ditelan bumi.
Suatu masa yang harus dilalui dengan tetesan air mata.
Sebuah kesedihan yang harus ditelan mentah-mentah tanpa air ataupun sejenisnya.
Sebuah sinar penderitaan yang harus ditatap dengan mata telanjang.
Semua itu, tidak lain adalah sebuah tiket yang harus ditebus untuk memasuki gerbang kehidupan yang lebih baik di masa depan.
Entry Filed under: indonesian. .
2 Comments Add your own
Leave a Comment
Some HTML allowed:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <pre> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>
Trackback this post | Subscribe to the comments via RSS Feed
1.
leyndhah | January 17, 2008 at 4:18 am
tempe lagi mahal mas!
kok dibawa-bawa
hehehehe =p
2.
dirgamp | January 23, 2008 at 10:17 am
salah itu mas……
yang bener itu sebuah sinar penderitaan harus ditatap dengan Kacamata bukan mata telanjang.hehehe